- Tingkat stres yang tinggi dapat mempengaruhi pola makan seseorang dan berdampak pada status gizi, karena dapat memicu perubahan pada pola makan seseorang, seperti keinginan untuk makanan yang tidak sehat dan kurangnya nafsu makan. Selain itu, stres juga dapat mempengaruhi kadar hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat memicu peningkatan nafsu makan dan keinginan untuk makanan yang bergula dan berlemak.
Apabila seseorang sedang mengalami stress, hal itu juga dapat mempengaruhi kesehatan mental yang nantinya juga akan mempengaruhi pola makan dan status gizi. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik dan menjaga pola makan yang sehat untuk menjaga kesehatan tubuh sehingga dapat menghasilkan gizi seimbang.
Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan berat badan normal untuk mencegah masalah kurang gizi.
Untuk menjaga gizi tetap seimbang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:
- Mengonsumsi makanan pokok.
- Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu asin, pedas, manis, serta berlemak.
- Melakukan olahraga secara rutin.
- Mengonsumsi makanan atau lauk pauk yang memiliki kadar protein tinggi.
- Mencuci tangan secara rutin.
- Membiasakan diri untuk sarapan sebelum memulai aktivitas.
- Mengonsumsi air putih yang cukup.
- Mengonsumsi buah secara rutin.
- Mengonsumsi sayuran secara rutin.
- Membiasakan diri membaca label pangan pada kemasan makanan dan minuman sebelum dikonsumsi.



