Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami anak-anak, terutama pada usia balita. Kondisi ini kerap membuat orang tua khawatir karena dapat menyebabkan anak kehilangan banyak cairan tubuh dalam waktu singkat.
Apa Itu Diare pada Anak?
Diare adalah kondisi buang air besar dengan konsistensi cair dan frekuensi lebih sering dari biasanya, umumnya lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare pada anak paling sering disebabkan oleh infeksi virus, namun juga bisa dipicu oleh bakteri, parasit, alergi makanan, atau kebersihan yang kurang terjaga.
Mengapa Diare Berbahaya bagi Anak?
Anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi karena cadangan cairan tubuh mereka lebih sedikit dibandingkan orang dewasa. Kehilangan cairan tubuh dan elektrolit akibat diare dapat berdampak pada kondisi tubuh secara keseluruhan jika tidak segera ditangani.
Dokter spesialis anak menekankan bahwa dehidrasi adalah komplikasi paling serius dari diare pada anak.
Tanda-Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai
Orang tua perlu mengenali gejala dehidrasi pada anak, antara lain:
- Mulut dan bibir kering
- Jarang buang air kecil
- Mata tampak cekung
- Anak tampak lemas atau mengantuk
- Menangis tanpa air mata
Jika tanda-tanda ini muncul, segera cari pertolongan medis.
Penanganan Diare Anak di Rumah
Untuk diare ringan, dokter spesialis anak menyarankan:
- Memberikan cairan oralit secara rutin
- Tetap memberikan ASI atau susu sesuai usia
- Memberikan makanan lunak dan mudah dicerna
- Menjaga kebersihan tangan dan peralatan makan
Hindari memberikan obat diare tanpa anjuran dokter, terutama pada bayi dan balita.



