Selama bertahun-tahun, soundlife teknologi pendengaran berkembang sedikit demi sedikit. Setiap generasi dan teknologi baru menawarkan suara yang lebih bersih, baterai lebih praktis,
dan konektivitas yang lebih baik. Namun, satu hal tetap menjadi tantangan, yakni memahami percakapan di tempat bising. Kini, perkembangan itu memasuki babak baru. SOUNDLIFE Hearing Center resmi memperkenalkan dua alat bantu dengar berbasis AI pertama di Indonesia. Kedua perangkat tersebut menggunakan teknologi Deep Neural Network (DNN), sistem pemrosesan suara yang bekerja dengan cara meniru fungsi otak manusia.
Phonak Infinio Ultra Sphere
Sebagai alat bantu dengar AI pertama di dunia dengan chip DNN khusus, Phonak merancang Infinio Ultra Sphere untuk penggunaan di situasi nyata, sehingga tetap optimal di lingkungan dinamis seperti restoran sibuk, rapat cepat, jalanan bising, atau percakapan yang berubah dalam hitungan detik. Chip Deepsonic AI di dalam perangkat tersebut dilatih menggunakan 22 juta sampel suara nyata. Dari jumlah data sebesar itu, perangkat belajar membedakan ucapan dan kebisingan dengan presisi yang sulit dicapai teknologi sebelumnya. Teknologi Spheric Speech Clarity 2.0 meningkatkan kejernihan ucapan hingga 10 desibel (dB), membuat percakapan tetap mudah diikuti meski lingkungan tidak mendukung. Hasil akhirnya sederhana, membuat perangkat dapat bekerja sunyi di belakang layar, memungkinkan pengguna mendengar dengan lebih mudah sepanjang hari.
Program trial alat bantu dengar selama 10 hari, tanpa risiko
SOUNDLIFE menawarkan program uji coba alat bantu dengar AI selama 10 hari tanpa risiko yang dapat digunakan oleh pengguna di berbagai tempat dan situasi, seperti di rumah, saat percakapan, restoran, tempat kerja, dan acara keluarga. Jika perangkat tidak memberikan manfaat nyata, perangkat dapat dikembalikan tanpa beban. Chen menyampaikan bahwa SOUNDLIFE ingin masyarakat berinvestasi pada pendengaran ketika benar-benar merasakan manfaatnya. Ia pun menegaskan bahwa tujuan SOUNDLIFE melalui dua perangkat tersebut cukup sederhana, yakni membantu pengguna kembali terhubung dengan orang lain dan dengan hidup mereka. Alat bantu dengar berbasis AI tidak hanya memperjelas suara, tetapi juga mengembalikan momen, memperbaiki hubungan, dan menghadirkan kembali rasa hadir dalam percakapan.
ReSound menawarkan ketenangan. ReSound Vivia adalah alat bantu dengar AI terkecil di dunia yang menggunakan chip DNN khusus. Bentuknya ringkas, ringan, dan hampir tidak terlihat, tetapi tetap kuat menghadapi kebisingan. Dengan Bluetooth LE Audio dan Bluetooth Auracast, perangkat Vivia menyederhanakan cara pengguna terhubung dengan ponsel, televisi, dan perangkat lain.



