Gula darah tinggi kerap membuat orang langsung mengira dirinya mengidap diabetes, padahal menurut dokter, tidak semua kondisi gula darah tinggi berarti diabetes. Dokter Endokrin Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. I Gusti Ngurah Adhiartha, Sp.PD-KEMD, FINASIM, mengatakan gula darah tinggi bisa terjadi sementara dan masih bisa kembali normal. Konsumsi karbohidrat sederhana dan minuman manis berlebihan juga dapat membuat gula darah melonjak, meski belum tentu menunjukkan diabetes.
Gula darah Tinggi tetap perlu ditangani
Secara medis, gula darah tinggi dapat dialami oleh orang yang tidak memiliki diabetes, terutama dalam kondisi tertentu. Dokter menjelaskan, stres berat, infeksi, demam, atau kondisi sakit dapat memicu lonjakan gula darah karena tubuh melepaskan hormon stres yang meningkatkan kadar gula dalam darah.
Selain itu, konsumsi karbohidrat sederhana dan minuman manis berlebihan juga dapat membuat gula darah melonjak, meski belum tentu menunjukkan diabetes. Beberapa jenis obat, seperti steroid dan diuretik tiasid, juga diketahui dapat meningkatkan kadar gula darah.
>Gula darah tinggi bersifat sementara dan dapat turun kembali setelah penyebabnya teratasi, sedangkan diabetes ditandai oleh kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dan berlangsung kronis.
Penyebab Gula Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya
Konsumsi makanan dan minuman manis, Makanan yang tinggi gula, seperti permen, soda, es teh manis, dan boba, menjadi penyebab utama meningkatnya kadar gula darah. Makanan cepat saji yang kaya garam, Makanan cepat saji yang mengandung garam tinggi berisiko meningkatkan gula darah dan mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Karbohidrat sederhana yang tidak terkontrol, Konsumsi karbohidrat sederhana, seperti nasi putih dan roti putih, dapat memicu lonjakan gula darah.
>Pencegahan yang paling efektif adalah dengan menjaga berat badan yang sehat, mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana, dan meningkatkan asupan makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti beras merah, ubi, dan sayuran hijau. Jalan kaki 30 menit lima kali seminggu, ditambah dengan latihan beban, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah,
Penyebab gula darah tinggi, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan manis, makanan cepat saji, dan stres, bisa dihindari dengan mengubah pola makan dan menjalani gaya hidup sehat. Penting untuk selalu memeriksa gula darah secara rutin, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti yang memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau hipertensi.


