Halo Sobat Zelly, pada tulisan kali ini kita akan banyak mengulik tentang penyakit mental. Pada kesempatan kali ini, kita tidak sendirian tetapi akan ditemani dengan Yayasan sosial yang bernama Indonesia Sehat Jiwa lebih khususnya dengan Ibuk Sofia Ambarini ketua sekaligus pendiri dari Indonesia Sehat Jiwa. Informasi singkat seputar Indonesia Sehat Jiwa nich. Pada awal didirikannya bernama Malang Raya Sehat Jiwa pada tahun 18 Desember 2023 lalu bertransformasi pada 17 Mei 2025 dengan cakupan yang lebih luas dan besar. Faktor diberdirikannya Yayasan ini adalah adanya peningkatan kasus bunuh diri serta tidak terfokusnya isu mental yang ada di Indonesia khususnya di Malang Raya sendiri.
Saya merasa kesehatan mental diperlukan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, ujar Ibuk Sofia Ambarini. Jadi sobat Zelly sendiri jangan pernah menganggap sebelah mata aspek mental, baik mental didalam diri kita ataupun mental pada orang lain. Menurut Ibuk Sofia yang disebut mental yang sehat adalah seseorang yang mengenal potensi dirinya dan dapat menyelesaikan masalah yang datang padanya. Ketika sobat Zelly memiliki mental yang sehat, sehingga dapat menjadi pribadi yang berkembang dan maju dalam aspek apapun.
Ibuk Sofia juga mengingatkan kepada kita untuk senantiasa sensitive terhadap lingkungan sekitar supaya kita dapat memberikan penanganan awal kepada keluarga, teman sejawat ketika mengalami gejala penyakit mental. Dengan cara memberikan perhatian seperti menanyakan kondisi, mendengarkan masalahnya, serta memvalidasi apa yang dia rasakan. Setelah itu bila kasus yang terdapat cukup parah, sobat Zelly bisa mengarahkan pada orang professional seperti Psikolog atau Psikiater.
Cara Menjaga Mental
Sobat Zelly, menjaga Kesehatan mental sama pentingnya menjaga kesehatan fisik. Karena keduanya saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain. Masalah mental bisa mengakibatkan masalah fisik, begitu pula sebaliknya masalah fisik bisa mengakibatkan masalah mental. Contohnya penyakit Stroke datang selain dari faktor pola hidup juga datang dari pikiran.
Selain faktor pola hidup dan pikiran, pengaruh digital, ketatnya daya saing akademis dan pekerjaan, pola parenting dari orang tua, serta lingkungan pertemanan menjadi indikator yang besar dalam terjangkitnya penyakit mental. Lalu apa yang bisa kita lakukan?. Yang bisa kita lakukan adalah mencegah seseorang terkena penyakit mental, dengan upaya memperhatikan lingkungan sekitar dan mengidentifikasi perubahan perilaku seseorang dari aspek terkecilpun. Contoh yang awalnya sifat dia ceria tiba-tiba menjadi sedih dan emosional, yang awalnya dia suka makan menjadi tidak suka makan. Bahan perubahan mood seseorang dapat kita gunakan sebagai identifikasi awal seseorang terkena penyakit mental.
Ibuk Sofia sendiri tidak menganjurkan untuk mengobati bahkan mendiagnosa seseorang terkena penyakit mental atau tidak. Yang dilakukan adalah mencegah, yang bisa menentukan seseorang terkena gangguan mental hanya psikolog dan psikiater saja. Gejala paling umum terlihat ketika masalah yang atau kondisi yang dihadapi berlarut-larut, seperti dia terus-menerus sedih atau mengasingkan diri dengan waktu yang lama. Menurut Ibuk Sofia “jangan sampai orang yang mengalami gejala tersebut merasa sendirian”. Sebuah ungkapan yang begitu dalam maknanya, menurut dr. Nadia Octavia, kesepian nyatanya tak hanya berpengaruh buruk pada kondisi fisik, tapi juga dapat menyebabkan beragam kerugian dari sisi kesehatan mental.
“Kesepian dapat memicu gangguan kejiwaan, mulai dari depresi, gangguan kecemasan sosial, gangguan makan, serta hoarder alias penimbun barang,” ungkap dr. Nadia. Dalam era di mana seseorang bisa memiliki ratusan hingga ribuan teman di dunia maya, tetapi bukan bearti dapat meredakan rasa kesepian. Bahkan mungkin saja kesepian menjadi lebih parah.
Hasil studi yang menunjukkan bahwa tinggal sendirian bisa tingkatkan risiko gangguan mental, bisa jadi bukti tambahan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Pasalnya, kesehatan mental dari tahun ke tahun terus mendapatkan perhatian yang makin besar. Point besar yang bisa diambil sobat Zelly adalah menjadi manusia yang responsive dan saling bisa menyapa, memedulikan orang lain. Sedikit pesan dari penulis “Kita semua dalam apa pun dalam hal kecil butuh orang lain, dengan berinteraksi satu sama lain kita bisa mencegah masalah yang lebih besar dan rumit.”



