Matahari di pagi hari selalu menghadirkan suasana segar. Udara masih bersih, suara burung terdengar jelas, dan sinar mentari baru saja menembus perlahan dari ufuk timur. Banyak orang memilih untuk berolahraga atau sekadar berjalan santai di bawah matahari pagi karena percaya ada segudang manfaat di balik kebiasaan sederhana tersebut. Paparan sinar matahari di pagi hari bukan hanya memberikan rasa hangat, tetapi juga memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh. Sejumlah penelitian medis menunjukkan bahwa matahari pagi mampu membantu tubuh memproduksi vitamin penting, menyeimbangkan hormon, hingga mendukung sistem imun.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Paparan sinar matahari pagi turut mendukung sistem imun. Vitamin D yang dihasilkan berperan mengaktifkan peptida antimikroba bernama cathelicidin yang mampu melawan infeksi bakteri dan virus. Penelitian William Grant dari Sunlight, Nutrition, and Health Research Center menyebut bahwa cukupnya vitamin D dapat menurunkan risiko infeksi pernapasan seperti flu musiman, Manfaat paling terkenal dari matahari pagi adalah kemampuannya membantu tubuh memproduksi vitamin D.
Berbeda dengan vitamin lain yang didapat dari makanan, vitamin D bisa diproduksi sendiri melalui kulit dengan bantuan sinar ultraviolet B (UVB). Menurut Michael Holick, profesor kedokteran di Boston University Medical Center, vitamin D berperan menjaga keseimbangan kalsium dan fosfor sehingga penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Paparan matahari pagi sekitar 10–15 menit sudah cukup membantu tubuh menghasilkan vitamin D. Kekurangan vitamin D terbukti dapat meningkatkan risiko rakhitis pada anak, osteoporosis pada orang dewasa, hingga memperburuk osteomalasia.
Mencegah Beberapa Jenis Kanker
Meskipun sinar matahari berlebih dapat meningkatkan risiko kanker kulit, penelitian menunjukkan bahwa kekurangan paparan sinar matahari justru berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker lain, seperti kanker payudara, usus besar, dan prostat. Sebuah studi klinis oleh Joan Lappe (2007, American Journal of Clinical Nutrition) menyebut bahwa suplementasi vitamin D dan kalsium mampu menurunkan angka kejadian kanker hingga 60% pada perempuan pascamenopause.
Riset dari The Lancet (1998) menemukan bahwa paparan sinar UVB mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hal ini diduga terkait dengan peran vitamin D dalam menurunkan hormon renin yang memicu kenaikan tekanan darah, serta efek relaksasi pada otot polos pembuluh darah.



