Diam yang Mematikan: Mengapa Pria Indonesia Enggan Bicara Soal Kesehatan Reproduksinya

Budi tahu ada yang tidak beres sejak dua tahun lalu. Namun baru enam bulan kemudian ia menginjakkan kaki di klinik urologi dan itu pun setelah istrinya yang mendaftarkan, istrinya yang mengantarkan, istrinya yang menemaninya masuk ruang periksa.

“Saya malu,” kata pria 38 tahun ini terus terang. “Sebagai laki-laki, ada perasaan bahwa mengakui masalah di area itu berarti mengakui bahwa saya kurang… kurang jantan.” Budi didiagnosis varikokel stadium dua. Bisa ditangani. Tapi keterlambatannya berbulan-bulan hampir mengorbankan kesuburannya.

Angka yang Bicara

Menurut Perhimpunan Dokter Urologi Indonesia (IAUI) dan Riskesdas 2023. Terdapat 47% kasus infertilitas pasangan melibatkan faktor dari pihak pria. yang melibatkan 1 dari 8 pria di Indonesia berisiko mengalami kanker testis atau prostat dalam hidupnya. Dan pria Indonesia tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara proaktif sebesar 72%.

Maskulinitas yang Menjebak

Dokter urolog di RS Universitas Brawijaya Malang, menyaksikan pola ini berulang tanpa henti. Pasiennya datang terlambat, kondisinya sudah parah, dan hampir selalu ada keterlambatan berbulan-bulan antara gejala pertama dan kunjungan pertama ke dokter.

“Ada konstruksi sosial yang menyebut bahwa pria sejati tidak mengeluh, tidak sakit, tidak lemah. Padahal testis yang terlambat ditangani bisa menjadi kanker stadium lanjut. Maskulinitas bukan tentang bertahan dari rasa sakit itu justru kebodohan,” ucapnya.

Yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Berbeda dari perempuan yang minimal mendapat pendidikan tentang menstruasi, anak laki-laki hampir tidak pernah mendapat pendidikan tentang pemeriksaan mandiri testis, tanda-tanda infeksi saluran reproduksi, atau pentingnya menjaga kesuburan. Varikokel, yang memengaruhi 15% pria dan merupakan penyebab infertilitas pria terbanyak, nyaris tidak dikenal publik luas.

zheltymedia
zheltymedia
Articles: 170

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *